Sulit tidur atau insomnia merupakan sebuah kondisi yang dialami oleh beberapa individu.

Gejala insomnia diawali dengan rasa gelisah dan gangguan fungsional ketika bangun tidur. Beberapa pengidap insombia bahkan sampai tergantung pada konsumsi obat-obatan untuk mengatasi masalahnya.

Sebagian besar insomnia disebabkan oleh adanya masalah psikis. Namun tidak sedikit pula yang diakibatkan oleh penyakit dan kelainan fisik seperti ensefalistis, stroke dan alzheimer. Aktivitas yang berhubungan dengan perubahan pola tidur juga dapat menyebabkan insomnia, seperti jet lag (bepergian dari arah yang berlawanan, ke suatu tempat yang cukup jauh dnegan perbedaan waktu yang mencolok), perubahan jam kerja dari siang ke malam dan lain sebagainya.

Sebagian besar pengidap insomnia mengeluhkan rasa lelah berkepanjangan serta mengalami sakit kepala ketika menjelang tidur disertai keringat dingin yang dirasakan pada malam hari. Insomnia parah dpaat menyebabkan depresi pada diri seseorang.

Sebenarnya jika insomnia terjadi karena masalah gangguan psikis dan kadarnya masih cukup ringan maka dapat diatasi dengan cara sebagai berikut:

  1. Menetapkan jam tidur secara teratur
    Jam tidur dibuat pola yang teraktur, misalnya ditetapkan setiap pukul 9 malam harus sudah berada di tempat tidur.
  2. Memejamkan mata dengan rileks
    Memejamkan mata merupakan awal seseorang untuk memasuki kondisi otak menuju taraf yang lebih rendah. Ketika terpejam, maka pikiran dapat lebih terasa rileks. Saat itu kjuga seseorang dapat membuat gambaran yang menenangkan di alam bawah sadarnya, misalnya membayangkan adanya pemandangan indah, aau jalan berliku yang menimbulkan senang sekaligus membuat diri seperti terbuai.
  3. Melepaskan masalah yang dipikirkan
    Memang tidak mudah untuk melupakan sebuah masalah. Namun jika kita berusaha untuk melupakan pikiran berat dan menukarkannya dengan pikiran yang menyenangkan dan pandangan indah dalam bentuk imaginasi, maka akan membantu merelaksasikan pikiran. Pikiran yang relaks akan membuat seseorang menjadi mudah untuk tidur.
  4. Menurunkan frekuensi gelombang otak
    Tidur merupakan kondisi ketika gelombang otak berada di taraf delta atau di bawah 4 Hz. Pada keadaan terjaga, frekuensi gelombang otak berada di tataran >12 Hz. Frekuensi gelombang otak turun ketika pikiran rileks. Segala bentuk kegiatan yang dapat membuat diri dan pikiran rileks dapat dijadikan langkah awal untuk menuju kondisi tidur, sebagai contoh mendengarkan musik lembut, musik instrumental yang lembut bersifat menenangkan dan dapat membantu seseorang untuk rileks, sehingga dapat digunakan sebagai terapi sulit tidur.

 Demikian beberapa kiat atasi sulit tidur. Selamat mencoba.

Komentar

Belum ada komentar, silahkan isikan komentar Anda pada form di bawah.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Form dengan tanda (*) harus diisi.

  • Tentang Larissa

    Larissa Aesthetic Center merupakan klinik kecantikan estetika pratama yang mengusung konsep "Natural Ingredient with High Technology" yaitu sistem perawatan wajah, perawatan rambut hingga perawatan tubuh dengan memakai bahan alami yang disinergikan penggunaan teknologi modern dengan harga terjangkau.

    Larissa Aesthetic Center juga menghadirkan produk-produk kosmetik yang menggunakan bahan-bahan alami, aman dan sudah bersertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik) dari BPOM. Produk kosmetik tersebut menggunakan merek dagang "L" yang sudah dipatenkan dan hanya tersedia di gerai-gerai Larissa Aesthetic Center.

  • Kontak Kami

    +62 853-2606-8888


    (0274) 588037



    LARISSA AESTHETIC CENTER
    HEAD OFFICE

    Jl. Kayen Raya No.45, Kayen, Condongcatur, Kec. Depok, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281